Imanda Amalia yang meninggal di Mesir ternyata bukan warga negara Indonesia. Imanda Amalia sebenarnya keturunan Indonesia yang lahir di Perth, Australia, dan mempunyai kewarganegaraan Australia. Imanda Amalia bekerja sebagai staf UNRWA (United Nations Relief and Works Agency) yang menangani wilayah konflik Palestina dan Lebanon.
Di Beirut, Lebanon, pada hari Minggu 30 Januari 2011 pukul 06.36 waktu setempat Imanda Amalia menuliskan pesan BBM ini :
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sejak Rabu bertugas d Beirut, Lebanon
Kota yang luar biasa indah, nyaman dan tenang
Kondisi pengungsian warga Palestine dsini juga tbilang baik.
AlhamdulILLAH semua juga bjalan baik dan lancar …Sekarang waktunya pulang …
Kembali ke JabaliyaPerkembangan terakhir, pintu satu2nya untuk masuk ke Gaza melalui Rafah sekarang d tutup, karna perkembangan politik yang makin memanas d Mesir.
People Power sudah menduduki kota Cairo
Dan Presiden Mubarak memutus jalur komunikasi untuk menghentikan aksi Revolusi rakyat Mesir …Hampir d seluruh dunia mengadakan aksi Revolusi untuk Mesir dgn
agenda menjatuhkan rezim Mubarak yang dDuga melakukan korupsi dan bergandengan tangan dengan Israel dalam melakukan kekejian demi kekejian pada rakyat Palestine.Doakan Kami dsini ya sahabat
Perjuangan demi perjuangan semoga makin menguatkan tekad kami mendapatkan kebebasan …
Dua hari kemudian, Imanda Amalia telah berada di Jabaliya, Jalur Gaza. pada hari itu, Selasa 1 Februari 2011, pukul 13.41 waktu setempat membuat kembali pesan BBM ini ;
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Manda pamit,
D tugaskan berangkat ke Rafah siang ini sampai Kamis yang akan datang.Badan sebenarnya belum seberapa sehat. Capenya belum hilang sejak pulang dari Beirut kemarin. Tapi insyaALLAH tanggung jawab sudah menanti. Moga ALLAH sehatkan manda.
Kondisi Rafah masih agak ‘panas’ walau bisa dbilang lebih tenang dari biasanya, karna mungkin konsentrasi Israel saat ini sedang ada d Mesir.
Doakan manda dan teman² ya …
Pesan BBM terakhir Imanda Amalia ditulis pada Selasa 2 Februari 2011 pukul 21.45 waktu setempat. Ketika menuliskan pesan BBM ini, Imanda Amalia sedang terjebak dalam kerumunan pengunjuk rasa di Kota Kairo.
Doakan manda,
Kami tjebak dalam baku tembak
Ambulance tertembak
Terkena lemparan batu
Blom bisa d evakuasi karna massa makin memanas ..Please doakan manda dan kawan2
Setelah meninggal, jenasah Imanda Amalia diberangkatkan ke markas UNRWA di Gaza untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari rekan-rekannya. Kemudian jenasah Imanda Amalia dipulangkan ke tanah kelahirannya di Perth, Australia.
Sebenarnya, Imanda Amalia ingin sekali mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, tetapi selalu mendapat kesulitan dalam mengurusnya. Tetapi, Imanda Amalia selalu menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya. Di BBM, Facebook, Twitter, dan Blog-nya, Imanda Amalia masih fasih berbahasa Indonesia.
Mungkin karena merasa dipersulit untuk menjadi warga negara Indonesia, keluarga Imanda Amalia tidak mau jika Imanda Amalia disebutkan sebagai warga negara Indonesia. Dalam pengumuman pertama meninggalnya Imanda Amalia, disebutkan Imanda Amalia. Begitu juga berita detik.com yang menyebutkan warga negara Indonesia meninggal di Mesir. Kakek Imanda Amalia, Kadarusmansyah, merasa keberatan dengan berita di Facebook dan di detik.com tersebut. Pihak keluarga juga meminta semua orang untuk tidak memasang foto Imanda Amalia di display picture BBM.
Meski tak sampai keinginan Imanda Amalia untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, bagi saya Imanda Amalia orang Indonesia sejati. Jiwa sosialnya sangat juara. Meski baru pulang dari Lebanon dengan badan yang letih, Imanda Amalia mau menggantikan tempat seorang rekannya untuk mengevakuasi warga Gaza yang sedang terjebak di Kairo.
Saya mengenang Imanda Amalia sebagai orang Indonesia yang tak kuasa mendapat kewarganegaraan Indonesia tetapi mampu menunjukkan jiwa Indonesia-nya kepada seluruh dunia. Doa kami menyertaimu, Mbak Manda.
pertamaxkah?
pastinya semua manusia harus berjiwa sosial tinggi, tak peduli apa kewarganegaraannya.
tapi memang, ttg kesulitan menjadi WNI, kayanya di mana-mana kejadian deh.
pertamax dan satu-satunya lho..
semoga kita bisa mencontoh Mbak Manda..
Gitu ya, Mbak. Kok Irfan Bachdim gampang ya?
Wah mulia sekali tugasnya..Salam Kenal ya !
Iya, semoga bisa ditiru ya..
*salaman dulu*
Semoga banyak Imanda Imanda lain yang hadir dibumi ini.
Ya Allah terimalah amal baik salah satu syuhada Mu itu.
Amin..
Semoga kita terinspirasi..
Subhanallah… salute dengan Imanda, jiwa sosialnya sangat tinggi dan menginspirasi..
sayang, selalu mendapat kendala dalam pengurusan kewarganegaraan,,, namun bagaimanapun, saya bangga padanya, semoga diterima disisi Allah SWT..
Iya, Mbak Iyha..
Semoga ada semangat seorang Imanda di dalam hati kita..
Mari kita senantiasa berdoa..