Kutunggu lagi
Kau kirimkan hujan dalam malamku
Menguyurku dengan rindu dari balik pintu kamarmu
Katamu kau kirimkan hujan hari ini
Tapi belum juga sampai
Mungkin sehari atau dua hari
Kutunggu selalu karena di telingaku rintiknya tak penah selesai
Tapi jangan habiskan hujanmu
Simpan setiap anginnya yang gemuruh memanggil namamu
Kirimkan satu per satu
Setiap waktu kau mampu setiap waktu pula aku menunggu
Aku kini menunggu hujan yang kau kirimkan kemarin
Barangkali malam ini sampai
Turun rinai demi rinai
Dalam kering aku tunggu setiap deraimu
Lalu setiap rindu aku semai
Agar hati tanpa sepi selalu ramai
Dengan kata-katamu yang membuatku damai
Jangan lupa kirimkan lagi sebelum kau terlelap
Mungkin akan kuterima ketika nanti aku bangun dalam malam yang senyap

hehehe ada penyair rupanya di sini. dan “Favorit Gie” itu maksudnya kumpulan link ya? thanks sudah pasang link saya. akan saya link balik segera.
Obsesinya sih bukan penyair, tapi penyiar radio saja..

Iya itu link-link favorit gitu, enggak tau juga kenapa tiba-tiba nongol.
Thanks..
Waw, diksinya tak kalah bagus dengan Penyair kondang. Saluut.
Coretan ini tanpa diksi, ini hanya coretan hati. Tsaaahhh!
*cari pegangan takut terbang*
sukaaaa…
*kasih bandul* *kasih balon juga* *ati-ati ya terbangnya*
gmana cara sharenyah lewat fb ?
Silahkan ke setting, > sharing, dan drag saja tanda fb share ke bawah.
Terus terang aku bingung, makna apa yang terkandung dalam curhatan ini… Hehe..
Bacalah berkali-kali, kalau belum ngerti juga berarti Kucrit belum cukup umur. Eh!
Disinipun tiada hujan.
Bisakah ku meminta juga hujan itu, agar akupun bisa menyemai rindu sebelum tidurku kembali senyap.
Tunggulah hujan ia akan datang justru saat kau tak mengharapkan..
derai hujan menyimpulkan pelangi
seperti binar mataku membaca sajak ini
sungguh tak terperi
^^
Mantep nih balasannya..
Tapi malam hari kan ga ada pelangi. Gimana dong?
*puitis.kritis.logis*
amazing,,,,,,,,,, i like it,,,, so wonderful poetry……….